“ PERAN PERAWAT DALAM IBADAH ,TAYAMUM & DO’A BAGI ORANG SAKIT ”

 PERAN PERAWAT DALAM IBADAH ,TAYAMUM & DO’A BAGI ORANG SAKIT ”

jjjj

PERAN PERAWAT DALAM IBADAH BAGI ORANG SAKIT

imagesjj

“Amal perbuatan yang paling disukai ALLAH sesudah yang fardhu (wajib) ialah memasukkan kesenangan ke dalam hati seorang muslim.” (HR. Ath-Thabrani).

             Perawat merupakan salah satu profesi yang mulia. Betapa tidak, merawat pasien yang sedang sakit adalah pekerjaan yang tidak mudah. Tidak semua orang bisa memiliki kesabaran dalam melayani orang yang tengah menderita penyakit. Pengalaman ilmu untuk menolong sesama memerlukan kemampuan khusus dan kepedulian sosial yang besar. Untuk itu perawat memerlukan kemampuan khusus dan kepedulian sosial yang mencakup keterampilan intelektual, tekhnikal dan interpersonal yang tercermin dalam perilaku caring atau kasih sayang/cinta.

Tugas perawat itu sangat  kompleks,,perawat juga memiliki tugas-tugas yang lain seperti :

a)    Advokat klien ,dimana perawat dituntut harus pandai berbicara dan meyakinkan orang lain.

b)   Pendidik ,yaitu mendidik pasien maupun masyarakat dengan pendidikan kesehatan

c)    Koordinator dan kolaborator,dimana perawat dituntut untuk memiliki kemampuan  memimpin dan manajemen yang bagus

d)   Konsultan,dimana perawat harus mampu memberikan solusi bagi pasien yang memiliki masalah ,yaitu masalah keperawatan                      secara    holistic maupun biopsikososiospiritual.

Nah,dilihat dari tugasnya, maka seorang perawat dituntut menjadi seorang yang luar biasa, bukan sekedar orang biasa-biasa saja. Tidak hanya pintar merawat, juga harus pintar-pintar yang lain. Harus memiliki jiwa pemimpin, persuasi, pendidik, dan analisa yang tinggi. Apalagi di zaman sekarang yang menuntut seseorang harus memiliki nilai plus. Menjadi perawat yang luar biasa dan memiliki nilai plus saja tidak cukup. Ada hal penting yang harus kita perhatikan, yaitu bagaimana caranya menjalani hidup ini agar mendapat ridha dari Allah dan bisa masuk kedalam surgaNya nanti.

Sebagai perawat kita bertanggung jawab atas ibadah pasien yang sedang kita rawat…bagaimana caranya???? Sebagai perawat kita harus mampu :

A.  Membacakan doa menjenguk orang sakit ketika awal pertemuan :

         Do’a  Menjenguk Orang Sakit

        “Jika kamu menjenguk orang sakit, mintalah kepadanya agar berdoa kepada Allah untukmu, karena doa orang yang sakit seperti doa para malaikat.” (HR. Asy-Suyuti)

 

أَذْهِبِ الْبَأْسَ. رَبَّ النَّاسِ. وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي. لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ. شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

 Artinya : “Hilangkanlah penyakitnya, wahai Tuhan manusia! Berilah kesembuhan karena Engkaulah Penyembuh (segala penyakit).       Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit”

              Keutamaan dari doa ini adalah wujud pasrah seorang hamba pada Allah yaitu dengan memuji Allah untuk menyembuhkan    penyakit, bahwa tiada obat kecuali hanya dengan kekuasaan Allah.

 BMembimbing pasien ketika tiba waktu solat

      “Bacalah al-Qur’an yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. dan ketahuilah mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari pada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Al-ankabut:45)

       Perawat dapat mengingatkan  pasien bahwa sudah tiba waktu untuk melaksanakan sholat. Tanyakan kepada pasien apakah perlu    bimbingan untuk melaksanakan solat atau tidak dan  apakah pasien mampu berwudlu atau tidak, apabila tidak, perawat akan membantu pasien untuk bertayamum.

CMembimbing pasien untuk bertayamum

Perawat membimbing pasien untuk berwudhu, bila pasien tidak mampu, perawat yang akan membantu untuk melakukan tayamum.Tayamum adalah bentuk thaharah (bersuci) sebagai pengganti wudhu dan mandi untuk menghilangkan hadas. Tayamum dilakukan ketika wudhu dan mandi tidak dapt dilaksanakan, dijelaskan di dalam Al-Qur’an:

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. jika kamu junub maka mandilah,Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih) ; sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmatNya bagimu, agar kamu bersyukur” (Al-maidah:6)

Menurut ahli bahasa, Sha’id artinya tanah yang ada di permukaan bumi. Rosulullah SAW pernah bertayamum dengan menepukkan kedua tangannya pada dinding sebagai pengambilan tanah, maka tanah yang baik untuk dijadikan alat tayamum adalah tanah yang dalam bentuk debu, misalnya dinding, kamar, kursi, bantal, dll

Niat tayamum ,diiharuskan pada setiap pekerjaan ibadah sesuai dengan hadist

Sesungguhnya segala amalan adalah nia’t

  • Diawali dengan  basmalah

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.”

index

  • Menepuk kedua telapak tangan pada tanah, debu, dll
  • Mengusap wajah
  • Setelah menepukkan tangan, usapkan kedua telapak tangan tersebut pada wajah.
  • Mengusap tangan sampai pergelangan tangan Setelah muka diusap, kemudian kedua telapak tangan itu mengusap satu sama lain. Termasuk punggung telapak tangan sampe pergelangan.

Jika bagi orang sakit tidak ada yang membantunya untuk berwudhu dan tidak bisa berwudhu sendiri, maka disyariatkan baginya tayammum,hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“…Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu…” (QS. Al-Maa-idah: 6)

Sedangkan orang yang tidak bisa menggunakan air, juga tidak mungkin untuk bertayammum, maka dia wajib melakukan shalat pada waktu itu juga walaupun tanpa berwudhu dan bertayammum, hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu…” (QS. At-Taghaabun: 16)

Demikian pula sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

  • “Jauhilah segala hal yang aku larang, dan lakukanlah segala hal yang aku perintahkan semampumu”.

D. Mengarahkan cara beribadah sesuai dengan kondisi pasien:

  1. Jika pasien tidak mampu melaksanakan sholat  dengan berdiri, maka seseorang yang sakit bisa menggunakan alat bantu seperti tongkat,ataupun menyandarkan diri ke tembok.
  2. Apabila cara itu masih dirasa berat, maka langkah selanjutnya adalah melakukan shalat dengan posisi duduk bersimpuh (iftirosy), berbaring dengan menghadap ke kiblat dengan miring disisi kanan.
  3. Jika tidak sanggup salat berbaring boleh salat sambil terlentang dgn menghadapkan kedua kaki ke kiblat. Dan yg lebih utama yaitu dgn mengangkat kepala utk menghadap kiblat. Jika tidak bisa menghadapkan kedua kakinya ke kiblat dibolehkan salat menghadap ke mana saja.  Mengingat keadaan yang demikian parahnya, orang yang telentang tadi bisa menggunakan isyarat kepala (menundukkan). Kemudian isyarat tersebut dijadikan tanda sujud, ruku.
  4. Masih tidak sanggup lagi Lakukanlah dengan memakai isyarat mata. Caranya dengan memejamkan sekejap kalau melakukan ruku dan jika sujud maka dipejamkan relatif lama.• jika perlu shalatlah dengan hati, dia berniat ruku’ sujud dan berdiri serta duduk. Masing- masing orang akan diganjar sesuai dgn niatnya

                   Peran Perawat diharapkan dengan mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah bagi orang sakit, perawat dapat membimbing pasien dalam pelaksanaan sholat selama proses hospitalisasi berlangsung.Jika terdapat kebijakan institusi/RS dalam menyediakan pelayanan spiritual, perawat berperan untuk mengkolaborasikan kebutuhan spiritual pasien.

E.  Membimbing pasien membaca Al-Quran

Perawat mampu membimbing  pasien dengan membaca Al-Quran  terutama ayat-ayat dengan orang sakit, rahmat allah, dan karunia allah, dengan begitu pasien akan termotivasi untuk sembuh. Dan memberikan pengertian bagi pasien supaya membaca Al-Quran daripada mengeluh atas penyakit yang dideritanya.

F.  Membimbing pasien untuk berpuasa

Perawat mampu membimbing pasien jika kondisinya memungkinkan bagi pasien yang ingin melaksanakan ibadah puasa misalnya dibulan ramadhan. Serta memberi pengertian kepada pasien yang kondisinya tidak memungkinkan untuk melaksanakan ibadah puasa.

G.  Membimbing pasien berdoa dan berdzikir

imagesopaspimageslllkkn

Dzikir adalah mengingat Allah. Bila seseorang berdoa dengan khusyu hingga tak terasa air mata menetes karena sangat nikmat berdzikir dan munajat kepadaNya, Allah akan memberikan pertolongan kepadanya pada hari kiamat kelak.

“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (Al-mu’min:60)

                       Pada dasarnya do’a yang kita panjatkan adalah keinginan dan harapan kita. Baik itu do’a untuk diri sendiri, keluarga, atau sesama. Baik sedang sehat atau dikala sakit. Artinya tidak menjadi masalah apakah do’a itu dengan bahasa Arab, Indonesia atau bahasa daerah. Hanya tentu do’a yang dicontohkan dan dipraktekan Nabi saw itu lebih utama, termasuk saat sakit atau menjenguk orang yang sakit. Dibawah ini ada beberapa do’a yang pernah dicontohkan Nabi saw, baik saat beliau menjenguk orang sakit atau yang seharus dilakukan oleh orang sakit sendiri:

                     Abu Abdillah bin Abil Ash pernah mengeluhkan penyakit yang dideritanya kepada Rasulullah saw. Beliau kemudian berkata kepada Abu Abdillah, “Letakkanlah tanganmu di tempat yang sakit, lalu bacalah basmallah (tiga kali), kemudian bacalah, ‘A’ûdzu bi izzatillâhi wa qudratihi min syarri mâ ajidu wa uhâ dzîru’(tujuh kali); Aku berlindung pada kemuliaan dan kekuasaan Allah dari bahaya yang aku rasakan dan aku khawatirkan’.” (HR Muslim)

                        “…Jika Rasulullah saw. mendatangi salah seorang keluarganya yang tengah sakit, beliau akan mengusap-usap si sakit dengan tangan kanannya sambil membaca doa,Allahuma Rabbanâ adz hibil ba’sa isyfi Anta syâfi’ la syifâ’an illâ syifâuka, syifâ’an lâ yughâdiru saqaman; Ya Allah, Tuhan sekalian manusia, hilangkanlah segala penyakit, sembuhkanlah, hanya Engkau yang dapat menyembuhkan, tiada kesembuhan kecuali (kesembuhan) dari-Mu, sembuh yang tidak dihinggapi penyakit lagi’.” (HR Bukhari dan Muslim dari Siti Aisyah ra)

                             Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Ketika Rasulullah saw. menjengukku, beliau berdoa, ‘Allahumma syâfi’ Sa’dan, Allahumma syâfi’ Sa’dan, Allahumma syâfi’ Sa’dan’; Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad; ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad; ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad’.” (HR Muslim)

                            Rasulullah saw. pernah menjenguk seorang Arab gunung (Badui). Seperti biasanya, setiap kali Rasulullah saw. menjenguk orang sakit, beliau berkata, “La ba’sa, thahûrun insya Allah; Tidak apa-apa. Semoga penyakit ini menjadi pembersih dari dosa-dosa, insya Allah.” (HR Bukhari dari Ibn Abbas ra). Allohu A’lam

jadi,Peran Perawat diharapkan dengan mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah bagi orang sakit, perawat dapat membimbing pasien dalam pelaksanaan sholat selama proses hospitalisasi berlangsung.Jika terdapat kebijakan institusi/RS dalam menyediakan pelayanan spiritual, perawat berperan untuk mengkolaborasikan kebutuhan spiritual pasien.

wassalamu’alaikum

REFERENSI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s